Buku Oase Hati Penerbit Pro U Media

Posted by Wahyudi Yusuf Rabu, 19 Februari 2014 0 komentar

OASE HATI

Buku Islami

Penulis: Bayu Gawtama
Penerbit: Pro-U Media

Beli di Lanjar

Ulasan

Sebuah pelajaran praktis penuh hikmah bagaimana menajamkan otak mengasah hati.

Fitrahnya, manusia itu berbagi. Berbagi itu manusiawi, karena kita tidak hidup sendirian di dunia. Kita selalu memerlukan kehadiran orang lain dalam segala dimensi dan waktu kehidupan ini, baik dalam bahagia maupun duka.

Setiap manusia membutuhkan manusia lainnya, baik untuk memberi maupun diberi. Dalam kondisi kekurangan, kita sangat berharap bertemu dengan yang kelebihan. Begitupun sebaliknya, saat berlebih, berharaplah bertemu dengan orang-orang yang layak dibagi.

Apa pun yang kita miliki, lebih indah dibagi, lebih terasa jika dinikmati bersama. Menikmati makanan lezat sendirian di saat saudaranya lapar, nikmatkah? Membagi rezeki pada hakikatnya mengurangi pertanggungjawaban kita akan rezeki itu di hadapan Allah kelak.

Karena itu, bertindaklah! Berbagilah dengan sesama, karena di sana ada oase kebahagiaan yang akan kita raih. Sebuah oase yang akan menyegarkan iman kita.


Baca Selengkapnya ....

Buku Menjadi Lebih Baik

Posted by Wahyudi Yusuf Senin, 17 Februari 2014 0 komentar

Menjadi Lebih Baik

Penulis : Umar Hidayat
Penerbit : Pro You
Dimensi : 12x20 cm
Berat : 200 gram

Koleksi baru buku di Lanjar.com

Beli di Lanjar

Sinopsis

Berbenah menjadi manusia ahsan; tampil menjadi pribadi, keluarga, dan masyarakat yang mau berbenah ke arah yang lebih baik adalah langkah terbijak agar mudah mendapatkan pertolongan Allah.

Kenyataan hidup tidak selalu mulus seperti yang kita bayangkan. Meski sudah mencoba mencari solusi, kadang himpitan itu terasa makin menjepit. Ciut. Dunia pun menjadi sempit dan gelap. Saat ini terjadi, maka saat itulah pertolongan amat kita hajatkan. Kita membutuhkan kepedulian dan uluran tangan. Dan sungguh, hanya Allah-lah sebaik-baik Penolong. Lantas, bagaimanakah agar Allah berkenan menolong kita?

Menjadi manusia yang lebih baik. Itulah kuncinya. Menjadi lebih baik adalah visi orang-orang yang menginginkan ketakwaan sekaligus kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Sebagai manusia, kita tak akan mungkin lepas dari yang namanya khilaf dan dosa. Meski demikian, Allah masih berkenan menyediakan ampunan-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang mau bertaubat, memperbaiki diri dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Karena menjadi manusia yang lebih baik, yang selalu berbuat baik untuk siapa saja adalah ciri utama orang yang bertakwa. Allah menyukai dan membersamainya, diberikan kedudukan yang tinggi di hadapan-Nya, juga diberikan kehidupan yang baik. Itulah janji Allah. Pada akhirnya, berubahlah menjadi hamba-Nya yang lebih baik, maka pertolongan Allah pun akan datang dari arah yang tak dinyana-nyana.

Buku ini merupakan kumpulan renungan yang dibumbui dengan kisah-kisah yang membangkit-gairahkan semangat untuk menjadi sesosok hamba yang lebih baik. Buku ini sangat tepat bagi mereka yang mengharapkan pertolongan Allah dan mau berusaha semaksimal mungkin untuk memperbarui diri menjadi hamba-Nya yang lebih baik dari hari ke hari. Selamat membaca, semoga Allah memudahkan setiap usaha kita. Wallaha Alam.


Baca Selengkapnya ....

Buku Menikah, Memuliakan Sunnah

Posted by Wahyudi Yusuf Rabu, 05 Februari 2014 0 komentar

Menikah, Memuliakan Sunnah

Koleksi buku agama islam terbaru di Lanjar.com.
Tambah wawasan Anda dengan membaca buku-buku menarik di Lanjar.com

Penulis : Mohammad Fauzil Adhim, Salim A. Fillah, Dkk
Penerbit : Pro U Media
Halaman : 184
Dimensi : 11×19,50 cm
Berat : 200 gram

Beli di Lanjar

Sinopsis

Menikah adalah dambaan setiap insan yang ingin meneladani kehidupan Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam. Begitu pentingnya menikah, Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam sampai berpesan kepada kita dalam salah satu sabdanya:

Menikah adalah Sunnahku, barang siapa tidak mengamalkan Sunnahku berarti bukan dari golonganku. Hendaklah kalian menikah, sungguh dengan jumlah kalian aku akan berbanyak-banyakkan umat. Siapa memiliki kemampuan harta hendaklah menikah, dan siapa yang tidak hendaknya berpuasa karena puasa itu merupakan tameng. (H.r. Ibnu Majah)

Berbahagialah, bagi kita yang telah menjalankan Sunnah beliau. Bagi yang belum, maka jangan berputus asa. Teruslah mencari dan perbaikilah diri agar seseorang yang telah disiapkan untuk kita adalah sesosok insan yang terbaik menurut Sang Pencipta. Kalaupun tetap tak bersua, maka kegigihan kita dalam mencari dan bersiap diriinsya Allahtetaplah menjadi kebaikan yang mulia di sisi Rabb Azza wa Jalla. Karenanya, berbahagialah!

Dalam antologi ini, ada banyak kisah yanginsya Allahsangat menginspirasi kala menyiapkan, menapaki, hingga menjalani hari-hari dalam bingkai sakral nan suci bernama pernikahan. Ada petuah dari Ustadz Mohammad Fauzil Adhim; ada nasihat dari Ustadz Salim A. Fillah; ada motivasi dari Ustadz Solikhin Abu Izzuddin; ada inspirasi dari Ustadz Muhaimin Iqbal (Owner Gerai Dinar), juga ada wejangan dari ustadz-ustadz lainnya; Ustadz Umar Hidayat, Ustadz Wahyudin, Ustadz Jauhar al-Zanki, Ustadz Mas Udik Abdullah, Ustadz Fadlan Al-Ikhwani, Ustadz R.h. Fitriyadi, Ustadz Muhammad Fatan Fantastik. Akhirnya, selamat membaca dan semoga Anda menemukan inspirasi dalam antologi ini.


Baca Selengkapnya ....

Membentuk Akhlak Anak Belajar dari Mukjizat Nabi

Posted by Wahyudi Yusuf Selasa, 04 Februari 2014 0 komentar

Membentuk Akhlak Anak Belajar dari Mukjizat Nabi

Membentuk Akhlak Anak Belajar dari Mukjizat Nabi

Penulis: Najwa Husein Abdul Aziz
Penerbit: GEMA INSANI
Dimensions: 29 x 21 cm

Beli di Lanjar

Ulasan

Setelah sukses dengan 40 Kisah Pengantar Anak Tidur, kami hadirkan kembali kepada Anda karya Najwa Husein Abdul Aziz. Kali ini ia hadir dengan karya yang lebih mengagumkan.

Ia bercerita, dengan gaya dialog, kisah-kisah yang mencengangkan tentang mukjizat Al-Quran, mukjizat Rasulullah saw., karamah sahabat, mukjizat nabi-nabi sebelum Rasulullah, dan lain-lain. Kisah-kisah itu antara lain:

- Mukjizat Al-Quran

- Mukjizat Diutusnya Rasulullah saw.

- Mukjizat Nabi Huud a.s.

- Mukjizat Nabi Shaleh a.s.

- Mukjizat Nabi Ibrahim a.s.

- Mukjizat Nabi Yusuf a.s

- DLL.


Baca Selengkapnya ....

Karena Engkau Lebih Jelita dari Bidadari Surga

Posted by Wahyudi Yusuf Kamis, 30 Januari 2014 0 komentar

Karena Engkau Lebih Jelita dari Bidadari Surga

Judul : Karena Engkau Lebih Jelita dari Bidadari Surga
Penerbit: Pro-U Media
Isi: 208 Halaman
Ukuran: 14 x 20 cm

Beli di Lanjar

Sinopsis

Wahai Bunga…

Betul, dilahirkan sebagai perempuan itu anugerah. Namun, tak bisa pula kaupungkiri bahwa menjadi perempuan juga berarti potensi. Risiko. Ujian bagi peradaban ini. Sebab, perempuan adalah pasangan Adam untuk menggapai ridha-Nya, tetapi ia juga yang dijadikan setan sebagai senjata. Karena perempuan adalah bunda dan madrasah pertama, tapi ia pula yang dirusak oleh musuh Islam yang jumawa. Lantaran perempuan harusnya berbahagia, tapi ia pula yang Rasul sabdakan paling banyak menghuni neraka.

Kau dalam bahaya, Bunga. Dan, kami harus segera membantumu keluar dari sana. Namun, adakah jalan keluar dari labirin kesulitan yang teramat menganga?

Ya, tentu saja ada, Bunga. Insya Allah. Tenang saja. Tak mungkin kami biarkan dirimu menghadapinya dengan satu tangan saja. Kami akan bantu, sekuat tenaga. Awaslah dari peringatan. Sibaklah tabir penghambaan. Wujudkan di hasta-hasta usia. Utamakan yang utamaâ€"singkirkan penghalangmu dari Yang Mahakuasa.

Bila perubahan itu telah kautentukan, tersenyumlah. Perempuan biasa, dengan kitab amal yang memesona, ditaburi cinta dan kasih sayang Rabb-nya. Kau akan jauh lebih indah dari bidadari. Karena iman, amal, dan baktimu pada Ilahi. Bidadari diciptakan jelita di detik ia ada. Dijanjikan bagi lelaki surga. Namun, kau lebih terhormat dari itu, Bunga. Kaurela sujud-simpuh terlebih dahulu. Mengepakkan sayap takwamu semampu. Menebarkan akhlak mulia di antara manusia.

Risalah ini untukmu, Bunga. Karena kau harus diselamatkan. Karena kau mampu lebih cantik dari permata kayangan. Namun, ini bukan kisah yang instan. Ada tantangan dan cobaan. Dan, kaulah yang harus meniti. Kami hanya mampu membimbing dan menunjukkan. Sedang hidup ini, kau yang harus berjibaku. Segigih, seraya harap kasih Ilahi.


Baca Selengkapnya ....

Kalau Bisa Mudah, Mengapa Dibuat Susah

Posted by Wahyudi Yusuf Rabu, 29 Januari 2014 0 komentar

Kalau Bisa Mudah, Mengapa Dibuat Susah

Judul : Kalau Bisa Mudah, Mengapa Dibuat Susah?
Penulis : Alwi Alatas
Penerbit : Pro-U Media â€" Yogyakarta
Cetakan : I,2013
Tebal : 298 Halaman ; 14 x 20 cm
ISBN : 978-602-7820-03-6

Beli di Lanjar

Sinopsis

Menggapai Kebahagian dengan Kemudahan


Kemudahan hidup adalah dambaan setiap orang. Baik dalam bidang kesehatan, ekonomi, pendidikan dan lainnya. Karena tabiat jiwa yang diciptakan oleh Allah memang seperti itu. Tidak ada satupun orang di dunia ini yang mengehendaki kesusahan, kesulitan, kesempitan dalam hidupnya.

Meski demikian, kesusahan seringkali menghampiri. Karena Allah memang menciptakan semuanya berdampingan. Laki-laki dan perempuan, duka dan senang, baik dan buruk, mudah dan susah. Kesusahan sendiri terbagi dalam dua jenis. Ada kesusahan yang memang Dia berikan untuk menguji kualitas diri seorang hamba. Ada juga kesusahan yang timbul lantaran diri sendiri. Baik karena mempersulit ataupun meremehkan setiap yang terjadi.

Untuk jenis kesusahan yang pertama, hanya bisa diatasi ketika seseorang mengoptimalkan seluruh potensi yang dia miliki. Karena Allah tidak mungkin salah dalam menciptakan. Ketika Dia memberikan kekurangan, maka di lain kesempatan Dia juga memberikan kemudahan. Golongan ini menyadari bahwa kesusahan hidup kadang begitu besar. Namun, itu bukan alasan untuk menyerah kalah dan terus larut dalam kesusahan. Ia mungkin tidak mudah untuk diatasi, tapi perjuangan mesti diteruskan sehingga kesusahan â€"pada akhirnya- akan berganti dengan kemudahan. ( Hal 38)

Sedangkan kesusahan hidup jenis kedua, seringkali terjadi lantaran kebodohan diri yang dituruti. Jalannya bisa bermacam rupa. Mulai dari mental susah, hingga meremehkan segala persoalan. Menganggap semuanya mudah sehingga malah menjerumuskan. Golongan ini disebut dengan ABS (Asal Bapak Senang). Mereka tidak bisa mengatakan ‘tidak’ padahal sebenarnya mereka tidak mampu menjalankan apa yang diperintahkan kepadanya.

Hal ini seperti terjadi pada Khairi â€"salah satu kisah dalam buku ini. Seorang pekerja di Kuala Lumpur yang mempunyai sifat ABS. Hampir semua orang yang meminta tolong padanya, pasti dibantu. Meski sebenarnya ia tidak mampu untuk menjalankannya. Alhasil, setiap hari dia dimarahi dan tertekan jiwanya. Setelah ia melakukan evaluasi terhadap dirinya, ternyata ia mempunyai 36 tugas yang harus dikerjakan. Padahal gaji yang dia terima sama dengan karyawan lain yang mengerjakan dua sampai tiga tugas. Akhirnya, ia memutuskan keluar dari pekerjaan. (Hal 272)

Kemudahan yang diimpikan itu, sejatinya banyak dijumpai dalam keseharian. Apalagi bagi rakyat di negeri ini, dimana budaya timur sangat dijunjung tinggi. Ada jutaan cara yang bisa ditempuh agar hidup menjadi mudah dan bahagia. Karena hidup hanya sekali. Jika bisa dibuat mudah, mengapa harus dibuat susah?

Senyum, ramah, jujur, sederhana, tidak mencampuri urusan orang lain, tidak membicarakan keburukan orang lain, adalah beberapa cara yang bisa dilakukan agar Allah selalu memberikan kemudahan dalam hidup ini. Jikapun ada kesusahan yang menimpa, maka itu adalah kesusahan jenis pertama yang bisa dikelola untuk melahirkan potensi terbaik sebagai makhluk-Nya.

Senyum, misalnya. Ia adalah cara yang paling mudah agar kemudahan menghampiri kita. Satu kata yang dihasilkan oleh aktivitas sederhana ini adalah bahagia. Orang yang bahagia dan merasakan kemudahan dalam hidupnya akan banyak tersenyum, sedangkan orang yang merasa susah dan dan banyak masalah, wajahnya akan terlihat murung. Saat mendapati wajah seseorang dalam keadaan suram dan sedih, bisa ditebak bahwa ia tengah merasakan kesusahan dalam hidupnya. ( Hal 53 )

Di atas itu semua, senyum adalah wujud ucapan terima kasih kepada Allah yang telah menciptakan dan memberikan banyak nikmat kehidupan secara gratis. Sehingga semakin banyak tersenyum dengan cara yang benar, maka seseorang akan semakin bahagia.

Saat ini senyum menjadi perkara yang mahal. Bahkan di kota-kota besar, budaya serba cepat membuat kebanyakan orang susah untuk sekedar memberikan senyuman. Padahal mereka memahami, bahwa senyum adalah sedekah. Dengan senyum, hati yang awalnya keras bisa menjadi lembut.

Jujur-pun bernasib sama dengan senyuman. Harganya semakin mahal. Padahal, jujur itu mudah. Satu-satunya alasan mengapa seseorang harus jujur adalah karena tidak ada satupun orang di dunia ini yang mau dibohongi. Bahkan, kejujuran bisa mendatangkan banyak kebaikan dan kemudahan. Manusia hanya perlu meyakininya dan menjalankannya dengan sungguh-sungguh.


Baca Selengkapnya ....

Deadline Your Life

Posted by Wahyudi Yusuf Senin, 27 Januari 2014 0 komentar

DEADLINE YOUR LIFE

Pemesanan Min.1

Penulis : Solikhin Abu Izzuddin
Penerbit: Pro-U Media
Dimensi : 12 x 20,50 cm

Beli di Lanjar

Ulasan

Dead Line Your Life


Mati itu urusan pribadi. Benar, kitalah yang mendesain cara mati kita. Kitalah yang memilih jalan itu. Kita bertanggung jawab terhadap diri kita.

Kita pula yang menentukan bagaimana akhir kehidupan kita, sesuai kebiasaan yang kita punya. Maslaahnya adalah bagaimana kematian itu bisa memiliki ruh dan pengaruh yang menggemuruh. Mati yang menyentuh. Mati yang menggugah jiwa-jiwa yang lelah menemukan energinya. Itulah kematian yang menyejarah. Mati yang menghidupkan. Seperti kematian para syuhada.

Mereka mati, tetapi jiwa-jiwa mereka tetaplah hidup dalam jiwa kita. Mereka telah pergi, tetapi kebaikan yang dirintis akan tetap abadi. Pahala pun mengalir tiada henti. Bagaimana mendesain kematian seperti itu?

Ok. Baca buku ini, siapkan senyummu, temukan efek aha...!-nya, dapatkan inspirasi unik, lalu tautkan dengan berbagai informasi, cari benang merah dari berbagai fakta dan peristiwa, lalu bergegaslah untuk melangkah!


Baca Selengkapnya ....
Belajar SEO dan Blog support Online Shop Aksesoris Wanita - Original design by Bamz | Copyright of Buku Buku Islam.